P3SI bahas Standarisasi Pendidikan Sejarah di Padang

P3SI bahas Standarisasi Pendidikan Sejarah di Padang

Bertempat di Universitas Negeri Padang, rapat tahunan ketiga Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI) tahun 2019 diselenggarakan. Selama tiga hari, sejak 23-25 April 2019, sebanyak 46 Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan rapat tahunan.  Di rapat tahunan ini, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, dan STKIP PGRI Padang selaku penyelenggara fokus pada pembahasan tentang paradigma baru pendidikan sejarah di perguruan tinggi pada era millenial.

Dalam sambutannya, Dr. Abdul Syukur, M.Hum. selaku ketua P3SI menyatakan bahwa rapat tahuanan ini memiliki peran strategis. “Peran strategis ini pertama-tama dikuatkan dengan pengembangan dan penguatan standar pendidikan sejarah untuk jenjang S1, S2, S3 menjadi salah satu agenda dalam kegiatan rapat tahunan ini,” tuturnya.

Arti penting dan nilai strategis pendidikan sejarah di era millenial dipertegas oleh Prof. Dr. Yunia Wardi, M.Si. mewakili Rektor UNP saat membuka acara. Menurutnya “saat ini generasi muda lebih banyak bergelut dengan gadget, jadi pendidikan sejarah harus dapat menyesuaikan dengan ini.”

Kegiatan rapat tahunan ketiga ini diawali dengan seminar nasional yang mendatangkan Dra. Triana Wulandari, M.Si. dan Dr. Paristiyanti Nurwardani selaku pembicara kunci. Dra. Triana Wulandari, M.Si. merupakan Direktur Sejarah Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara itu, Dr. Paristiwanti Nurwardani hadir selaku perwakilan dari Dirjen Belmawa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pada seminar ini, hadir pula sejumlah pakar dalam bidang sejarah dan pendidikan sejarah sebagai pembicara. Prof. Dr. Wasino dari Universitas Negeri Semarang membahas tentang Ilmu Sejarah dalam pembelajaran sejarah di perguruan tinggi. Narasumber dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed. membahas tentang potensi creativepreneurship era revolusi industri 4.0 melalui pembelajaran sejarah kreatif. Selaku tuan rumah, Prof. Dr. Mestika Zed, M.A. dari Universitas Negeri Padang membicarakan tentang pengembangan materi sejarah Indonesia dalam kurikulum pendidikan sejarah di pendidikan tinggi. Pembiara keempat, Dr. Umasih, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta membicarakan tentang penjaminan mutu program studi pendidikan sejarah.

Setelah sesi seminar nasional acara dibagi dalam enam komisi pembahasan. Komisi I membahas penyempurnaan AD/ART P3SI. Komisi II membahas tentang sejarah Indonesia di Prodi Pendidikan Sejarah. Komisi III membahas Pembelajaran Sejarah di Prodi Pendidikan Sejarah. Komisi IV membahas tentang kerja sama dan penelitian. Komisi V membahas jurnal dan website. Komisi VI membahas tentang pascasarjana prodi pendidikan sejarah.

Di hari kedua, rapat tahunan dilanjutkan dengan kegiatan pleno dan pelantikan pengurus wilayah P3SI. Pengurus wilayah yang dilantik pada rapat tahunan ini adalah wilayah Jawa Timur, Wilayah Sumatera Barat, dan wilayah Jawa Barat. Kegiatan rapat tahunan diakhiri dengan kegiatan field study di beberapa lokasi bersejarah yang ada di Sawahlunto dan Bukittinggi. (tsabit)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://p3si.org/wp-content/uploads/2017/08/header-background-1-1-1-1-1.png);background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: scroll;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 550px;}