Sikapi Kampus Merdeka, P3SI bahas Kurikulum Pendidikan Sejarah

Sikapi Kampus Merdeka, P3SI bahas Kurikulum Pendidikan Sejarah

Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI) menyelenggarakan diskusi daring tentang kurikulum. Diskusi yang digelar secara daring ini diikuti oleh 55 ketua prodi Pendidikan sejarah se-Indonesia. Bertepatan dengan hari kebangkitan nasional (20/05/2020) pembahasan kurikulum prodi Pendidikan sejarah menitikberatkan pada isu merdeka belajar dan kampus merdeka.

Urgensi pembahasan kurikulum tidak lain karena perkembangan zaman yang semakin disruptif menuntut perubahan dalam dunia Pendidikan. Tidak terkecuali Pendidikan tinggi. Merespon masalah ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI memperkenalkan konsep merdeka belajar. Untuk dunia Pendidikan tinggi, Mendikbud memperkenalkan istilah kampus merdeka.

Sebagai bagian dari Lembaga Pendidikan tinggi kependidikan, P3SI turut andil mempersiapkan calon guru yang berkualitas. Salah satu strateginya adalah dengan mengembangkan kurikulum yang memenuhi standar dan dapat diterapkan secara luas untuk prodi Pendidikan Sejarah. Ini karena perguruan tinggi menjadi satu kunci sukses dalam keberhasilan penerapan merdeka belajar.

Pada kesempatan ini, Dr. Abdul Syukur selaku Ketua Umum P3SI memaparkan kebijakan tentang kampus merdeka dan merdeka belajar. Dalam paparannya, Abdul Syukur menjelaskan bahwa terdapat tugas yang perlu diperhatikan oleh tiap program studi. Dalam kebijakan kampus merdeka program studi perlu (1) Menyusun atau menyesuaikan kurikulum dengan model  implementasi kampus merdeka; (2) Memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil pembelajaran lintas prodi dalam Perguruan Tinggi; (3) Menawarkan mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar Perguruan Tinggi beserta persyaratannya; (4) Melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi; (5) Jika ada mata kuliah/SKS yang belum terpenuhi dari kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi, disiapkan alternatif mata kuliah daring.

Sebagai upaya menyikapi kebijakan itu, P3SI sebagai asosiasi perkumpulan prodi mengambil inisiatif untuk membahas bagaimana standar penerapan kampus merdeka pada lingkup Pendidikan sejarah.

Hari ini, agenda kegiatan menekankan pada brainstorming tentang urgensi dan relevansi kampus merdeka bagi prodi Pendidikan sejarah. Abdul Syukur menjelaskan “pertemuan tadi belumlah selesai. Kegiatan ini akan di dilanjutkan pada 1 Juni 2020, bertepatan hari jadi Pancasila.” Pada pertemuan selanjutnya diskusi akan berjalan lebih spesifik. “Agendanya pemaparan kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar Prodi Pendidikan Sejarah, UM, UNESA dan UNS” pungkasnya.

[tsabit]

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://p3si.org/wp-content/uploads/2017/08/header-background-1-1-1-1-1.png);background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: scroll;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 550px;}