Gandeng UHAMKA, P3SI Gelar Webinar Seri Ke-5 tentang Kebangkitan Nasional

Gandeng UHAMKA, P3SI Gelar Webinar Seri Ke-5 tentang Kebangkitan Nasional

Selasa, 25 Mei 2021 14.00 WIB

Jakarta – Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) mengadakan webinar peringatan hari kebangkitan nasional pada hari Selasa, 25 Mei 2021 diselenggarakan secara virtual conference melalui zoom meeting karena sedang masa Pandemi Covid-19.

Sambutan awal dari Ketua Umum P3SI Dr. Abdul Syukur,M.Hum (Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ)). Dalam sambutannya, “untuk mengenang jasa Budi Oetomo yang dimana Dr. Soetomo dan Dr. Wahidin Soedirohusodo membentuk suatu organisasi bersama Boedi Oetomo, yang menancapkan tonggak semangat kebangkitan nasional untuk melawan penguasa kolonial Belanda pada saat itu”. Abdul Syukur mengucapkan terima kasih atas kerja sama  semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan webinar ini bisa berlangsung.

Hadir sebagai Narasumber yaitu Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Dr. Siti Fatimah, M.Pd., M.Hum; Dekan Fakultas Ilmu Sosial & Hukum Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. Jumadi, S.Pd., M.Si; dan Dekan FKIP UHAMKA Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd.

Siti Fatimah menyampaikan materi tentang Peran perempuan dalam pergerakan kebangsaan. “Peran kaum wanita tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa Indonesia. Kaum wanita memiliki peran yang terbilang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran penting kaum wanita dalam sejarah Indonesia tidak berhenti sampai disini. Sejarah gerakan wanita tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan Republik. Merekalah perintis dari perjuangan hak-hak kemerdekaan yang menyangkup masalah wanita. Perlu disadari, tanpa adanya mereka akan sangat mungkin hak-hak kaum wanita sekarang tidak akan tercapai”.

Jumadi memaparkan materi tentang Pendidikan dan kaum inelektual di masa pergerakan nasional. “Pendidikan sebagai kebutuhan pokok, kebutuhan pokok ini harus menjadi sosialisasi ditengah-tengah masyarakat, karena tantangan pendidikan belakangan begitu kompleks, setelah belahan dunia ini dilanda musibah Covid-19, maka tidak heran, banyak keluarga tidak siap dengan keadaan saat ini yang mengharuskan pendidikan harus dilakukan dengan dunia digitalisasi”. Peran keluarga dalam tumbuh kembang anak-anak kita seakan tidak hadir sehingga tidak heran banyak generasi di zaman ini terpapar judi dan game online, pornografi, dan hal-hal yang merusak moral anak bangsa.

Desvian Bandarsyah menyampaikan topik tentang Nilai perjuangan kebangsaan dan relevansinya untuk pendidikan. “Nilai perjuangan bangsa di masa lalu dapat menjadi cermin yang terang bagi generasi Indonesia untuk melihat dirinya melalui kesadaran masa lalunya. Hal itu akan mengantarkan generasi bangsa pada kesadaran nilai yang terkandung di dalamnya”.

Kegiatan ini dikoordinir oleh Syaiful Amin, S.Pd.,M.Pd dosen pendidikan sejarah Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan kepanitian ini terpusat beberapa titik di seluruh Indonesia yang melibatkan dosen pendidikan sejarah se-Indonesia yang tergabung dalam P3SI.

Acara ini dipandu oleh Hawiki Renalia mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) dengan Moderator Andi Suryadi, S.Pd., M.Pd. dosen Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang (UNNES). Peserta yang hadir sekitar 175 orang, terdiri dari akademisi perguruan tinggi, guru, mahasiswa dan para pemerhati pendidikan maupun sejarah. Para peserta sangat antusias mengikuti webinar series lima ini, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan atas materi yang disampaikan para pembicara. Materi webinar dapat diunduh di sini. (Danu)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://p3si.org/wp-content/uploads/2017/08/header-background-1-1-1-1-1.png);background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: scroll;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 550px;}