Bahas Isu Lingkungan dalam Kajian Sejarah dan Pendidikan, P3SI bersama UNNES Gelar Webinar Seri ke- 6

Bahas Isu Lingkungan dalam Kajian Sejarah dan Pendidikan, P3SI bersama UNNES Gelar Webinar Seri ke- 6

Rabu, 09 Juni 2021 10:00 WIB

Jakarta – Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia bekerja sama dengan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan webinar  seri ke-6 dengan tema “Isu Lingkungan dalam Kajian Sejarah dan Pendidikan “.

Acara yang diselenggarakan hari ini, Rabu (2/9/2021) mulai pukul 10.00 sampai 13.00 ini menampilkan beberapa pembicara di antaranya adalah Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed (Universitas Pendidikan Indonesia), Dr. Nina Witasari, M.Hum (Universitas Negeri Semarang). Dr. Basuki Wibowo, M.Pd (IKIP PGRI Pontianak).

Ketua Panitia yakni Syaiful Amin,S.Pd.,M.Pd dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang (UNNES) menginformasikan peserta sekitar 715 orang telah bergabung melalui kanal youtube dan zoom. Kepanitian ini terpusat beberapa titik di seluruh Indonesia yang melibatkan dosen pendidikan sejarah se-Indonesia yang tergabung dalam Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI). Kemudian ketua umum P3SI Dr. Abdul Syukur,M.Hum memberikan apresiasi dan doa untuk peserta, panitia dan pemateri untuk kelancaran dalam pelaksanaan webinar ini dan menyampaikan kegiatan ini semoga menjadi awal yang baik untuk mendorong adanya Mata Kuliah Sejarah lingkungan.

Acara webinar dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Dr. Mohammad Solehatul Mustofa,M.A. Beliau mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan dinamika keilmuan. Ada regenerasi terus berlangsung , politik, pemeritahan yang menjadi lazim, kearah lingkungan dan  isu-isu poluer untuk diagakat secara propesional. “Mengutip dari pendapat Ong Khan bahwa mempelajari sejarah sesuatu yang tidak statis, melihat panorama perbukitan dari gungung. Menaiki puncak dan ada panorama baru, sejarah dengan tafsirnya selalu baru dengan prespektif baru berbeda era. Webinar diharapkan media untuk  saling tukar informasi dalam konteks pengembangan dan silturahmi keilmuan yang membawa berkah bagi kita secara keseluruhan”. demikian disampaikan oleh Dekan FIS UNNES.

Webinar dibagi menjadi dua sesi. Yang pertama menampilkan Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed (Universitas Pendidikan Indonesia) dengan tema “Membangun Kecerdasan Ekologis Melalui Ecopedagogy Dalam  Pembelajaran Sejarah”. Kemudian Dr. Nina Witasari, M.Hum (Universitas Negeri Semarang) dengan tema “Etno-ekologi dalam Jejak Historiografi Nusantara” dilanjutkan Dr. Basuki Wibowo, M.Pd (IKIP PGRI Pontianak) dengan tema “Sejarah Lingkungan sebagai Pendidikan Kebencanaan (Bencana Ekologi). Sesi Kedua yakni sesi tanya jawab oleh peserta dan pemateri.

Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed menjelaskan Ecopedagogy merupakan pendekatan pembelajaran yang menjadikan kepentingan sustainability sebagai tujuan untuk dimiliki oleh peserta didik yang nampak pada pembentukan ecoliteracy. Isu lingkungan dalam kajian Sejarah dan Pendidikan Sejarah sebagai disiplin ilmu dan humaniora memiliki peran penting dalam mengakat isu lingkungan sepanjang perjalanan umat manusia hingga kini. Sejarah dunia adalah sejarah lingkungan global isu lingkungan merupakan isu sentral terkait dengan berkembangnya peradaban manusia di satu sisi dan dampaknya bagi lingkungan. Beliau juga menawarkan Kajian Green History sebagai upaya pendekatan dalam kajian isu lingkungan dalam sejarah. Menggunakan sejarah sosial budaya terkait hubungan masyarakat dengan lingkungan.

Selanjutnya, Dr. Nina Witasari, M.Hum (Universitas Negeri Semarang) mengatakan Etno-ekologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan masyarakat tradisional memakai ekologi dan hidup selaras dengan lingkungan alam dan sosialnya. Pada masyarakat tradisional, kehidupan mereka pada umumnya sangat begitu dekat dengan alam, dalam mengamati hingga mengenal karakteristiknya dengan baik sehingga tahu bagaimana untuk menanggapinya. Manusia dalam hal ini memiliki peran yang besar dalam memanfaatkan dan menjaga kelestarian. Peran etno-ekologi dalam Kajian Sejarah Lingkungan antara lain sebagai alat untuk menganalisis fenomena sosial yang berkaitan dengan perilaku manusia terhadap alam yang berakar dari kejadian masa lalu dan masih berlaku hingga saat ini dan diakhir menyampaikan contoh-contoh Etno-ekologi dan masyarakat tradisional.

Adapun Dr. Basuki Wibowo, M.Pd (IKIP PGRI Pontianak) mengatakan bahwa kajian sejarah lingkungan berusaha untuk menjelaskan bagaimana karakteristik lingkungan alam berpengaruh terhadap kehidupan manusia atau masyarakat pada masa lampau.Masyarakat Kalimantan Barat dari geneologi melayu orang laut dan dayak orang darat. Dinamika dari perladangan menjadi perkebunan dan menjelaskan secara detail sejarah perkebunan di Kalimantan Barat. “Perubahan masyarakat untuk masyarakat Melayu orang laut atau sungai mulai ke arah jalan raya dan rumah panggung mulai di tinggalkan juga membelakangi sungai sedangkan masyarakat Dayak orang darat Pemukiman mulai turun ke tempat ramai menjauh dari hutan, Rumah Betang/Panjang mulai di tinggalkan dan beralih ke rumah individu di tepi jalan” demikian dia menyampaikan. Materi webinar dapat diunduh di sini.

Acara ini dipandu oleh Hawiki Renalia mahasiswa Universitas Negeri Malang dengan Moderator Tsabit Azinar Ahmad,S.Pd.,M.Pd. dosen Pendidikan Sejarah UNNES.(Eka Yuliana)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://p3si.org/wp-content/uploads/2017/08/header-background-1-1-1-1-1.png);background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: scroll;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 550px;}