UNY Gelar Kongres P3SI dan AREISSH

UNY Gelar Kongres P3SI dan AREISSH

Universitas Negeri Yogyakarta sukses menjadi tuan rumah 1st Annual Conference on Research, Educational Implementation, Social Studies, and History (AREISSH) dan Kongres II P3SI pada 25-26 Agustus 2021. Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti  Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. (Minister of Coordinating Ministry for Human Development and Cultural Affairs of The Republic of Indonesia) yang dalam hal ini diwakili oleh Prof. Dr. Ravik Karsidi yang membawakan pidato kunci. Kemudian pembicara yang lain adalah Prof. Siddharth Candra, Ph.D. (Michigan State University, USA), Dr. Kirsten Kamphuis (University of Münster, German), dan Prof. Dr. Margana, M. Hum., M.A. (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia). Dokumentasi kegiatan adalah sebagai berikut.

Kegiatan ini dilatarbelakangi situasi Pandemi Covid-19 telah mengubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat. Pemerintah di setiap negara kewalahan mengatasi masalah terkait bencana ini karena Covid-19 adalah jenis virus baru dan belum banyak penelitian yang berhasil mengungkap sifat wabah ini. Akibatnya, pemerintah harus menghadapi dua pilihan sulit. Prioritas di sektor ekonomi nasional akan mengancam kesehatan masyarakat. Sebaliknya, jika kesehatan masyarakat diprioritaskan, perekonomian nasional akan terabaikan dan dapat menimbulkan krisis.

Sektor pendidikan di masa Pandemi Covid-19 saat ini sedang mengalami reformasi total. Proses pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi yang dilakukan secara tatap muka kini telah berubah menjadi pembelajaran tatap muka secara virtual dengan memanfaatkan berbagai platform. Selain itu, Pandemi Covid-19 berdampak pada proses penelitian dan pengembangan di lapangan yang harus tertunda karena risiko penularan Covid-19. Berkaitan dengan hal tersebut, proses pendidikan belum berjalan secara optimal. Padahal, pendidikan adalah proses mengembangkan generasi penerus suatu negara yang seharusnya didukung oleh semua pihak sekaligus mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Ilmu pengetahuan, dalam konteks ini, dituntut untuk menemukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Sains lahir dari pemikiran manusia ketika menimbulkan masalah. Berbagai macam teknologi yang dinikmati manusia saat ini merupakan hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan. Peran sains dalam mengatasi permasalahan terkait Covid-19 sangat penting mengingat setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus mempertimbangkan aspek akademik berdasarkan berbagai kajian di masa lalu. Salah satu ilmu yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini adalah sejarah.

Sejarah berkaitan dengan semua peristiwa yang terjadi di masa lalu yang terkait dengan hubungan sebab-akibat. Selain itu, Sejarah merupakan sumber pelajaran bagi manusia untuk menghadapi tantangan di masa depan. Terkait dengan wabah Covid-19 saat ini, dunia pada masa lalu telah mengalami berbagai wabah seperti Flu Spanyol, Kolera, Antrax, Ebola, Flu Burung, dan penyakit lainnya. Manusia telah menghadapi wabah dan berhasil bertahan hidup, bahkan berkali-kali menemukan obatnya. Akumulasi pengalaman ini membantu orang melalui tantangan waktu mereka.

Sebagai bagian dari ilmu-ilmu sosial, objek kajian sejarah meliputi manusia yang terikat oleh dimensi ruang dan waktu. Hal ini menegaskan bahwa sejarah adalah bagian dari ilmu pengetahuan yang terikat dengan kehidupan manusia. Oleh karena itu, berbagai kebijakan yang diambil pemerintah juga harus ditinjau dari pengalaman sejarah masa lalu dengan penyesuaian dengan kondisi zaman. Apalagi pengalaman sejarah akan memberikan gambaran bahwa manusia selalu berinovasi untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, terutama kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta akan mengadakan konferensi internasional bertajuk “Future Teaching and Learning: A Disruptive Innovation”. Konferensi ini bertujuan sebagai wadah untuk saling bertukar informasi dan mencari solusi permasalahan belajar mengajar di era disrupsi saat ini, mengingat Pandemi Covid-19 telah mengubah segalanya. Konferensi ini akan mencari solusi dan inovasi dari berbagai perspektif yang meliputi perspektif sosial, sejarah dan pendidikan.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://p3si.org/wp-content/uploads/2017/08/header-background-1-1-1-1-1.png);background-size: initial;background-position: top center;background-attachment: scroll;background-repeat: initial;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 550px;}