Pendirian Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah seluruh Indonesia berawal dari pertemuan pimpinan Fakultas Ilmu Sosial di lingkungan Perguruan Tinggi eks LPTK (Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan) pada bulan Nopember 2015 di Kota Surabaya yang diadakan Universitas Negeri Surabaya. Pertemuan ini terbagi menjadi tiga: forum dekan, forum Kaprodi, dan Forum Kapala Labiratorium. Dalam forum Kaprodi pendidikan Sejarah dibahas gagasan untuk membentuk organisasi prodi sesuai amanat Permenristekdikti No 44 tahun 2015 yang mengharuskan pembentukan asosiasi prodi sejenis. Pembahasan tidak tuntas karena ada perbedaan pendapat. Semuanya bersepakat untuk membahasnya dalam keg seminar dan pertemuan APPS (Asosiasi Pendidik dan Pemeliti Sejarah) di kampus Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2016.

Dari kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan informal yang dilakukan oleh ketua Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 2016. Tujuan pertemuan ini agar prodi pendidikan sejarah seluruh Indonesia bisa saling berkomunikasi, minimal saling mengetahui informasi skripsi yang disusun oleh mahasiswa untuk menghindari plagiasi. Hal ini sejalan pula dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendikan Tinggi. Dalam aturan tersebut masing-masing program studi diharapkan memiliki asosiasi program studi yang menyusun capaian perkuliahan.

Pada waktu itu mulai tercetus agar dilaksanakan pertemuan rutin Pengurus Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia yang tempatnya bergilir dari satu universitas ke universitas lain. Agenda pertemuannya adalah membahas berbagai perkembangan ilmu sejarah, kurikulum, kerja sama penelitian, seminar, dan lain-lain. Bahkan pada waktu itu juga mulai muncul gagasan agar dibentuk sebuah organisasi yang mewadahi Program Studi Sejarah se-Indonesia dengan tanpa membedakan latar belakang perguruan tinggi. Menindaklanjuti hal tersebut, disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagaimana tercatat dalam Kantor Akta Notaris Fransisca Endang Susilowati, S.H. Nomor 03 tanggal 24 Maret 2017. Perlu diketahui bahwa Program Studi Pendidikan  Sejarah di Indonesia bernaung di bawah tiga perguruan tinggi, yaitu perguruan tinggi umum, perguruan tinggi kependidikan, dan perguruan tinggi Islam. Pertemuan yang dilangsungkan di Universitas Pendidikan Indonesia pada 10-11 November 2017 menghasilkan kesepakatan bahwa agenda yang telah disusun pada waktu itu akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan di tahun selanjutnya. Pada pertemuan ini, dilakukan deklarasi Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah seluruh Indonesia pada 11 November 2017.

Deklarasi P3SI pada 11 November 2017 di Universitas Pendidikan Indonesia

Pada pertemuan di Universitas Pendidikan Indonesia, terpilih sebagai ketua umum P3SI pertama adalah Dr. Abdul Syukur, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta. Akan tetapi, pertemuan di Bandung belum membentuk susunan pengurus secara utuh. Pembentukan susunan organisasi secara utuh dilakukan dalam rapat kerja P3SI di Universitas Negeri Semarang tahun 2018.

Rapat Tahunan P3SI tahun 2018 di Universitas Negeri Semarang

Pertemuan Pengurus Program Studi Pendidikan Sejarah tahun 2018 dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial  Universitas Negeri Semarang. Pertemuan di Semarang mengagendakan perumusan program kerja sekaligus pembentukan dan pelantikan pengurus pusat dan sebagian pengurus wilayah P3SI. Salah satu pesan yang disampaikan pada pertemuan di Semarang adalah bahwa Pendidikan Sejarah Sejarah adalah ilmu yang sangat penting karena menyangkut jati diri bangsa dan merupakan alat pemersatu bangsa. Jika ingin menjadi bangsa yang besar, maka kita harus memahami perkembangan peradaban bangsa dari waktu ke waktu, dan hal itu membutuhkan peran strategis Ilmu Sejarah. Salah satu tema yang pada waktu itu dibahas cukup intensif adalah mengenai rumusan kompetensi lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah. Rumusan kompetensi untuk lulusan pendidikan sejarah antara lain: memiliki pengetahuan sejarah Indonesia dalam konteks global; memiliki kemampuan melakukan pembelajaran sejarah secara menarik; mampu menanamkan nilai-nilai sejarah dan mengapresiasi nilai-nilai sejarah dalam kehidupan dan pembelajaran.

Rapat Tahunan P3SI di Universitas Negeri Padang pada tahun 2019

Bertempat di Universitas Negeri Padang, rapat tahunan ketiga Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI) tahun 2019 diselenggarakan. Selama tiga hari, sejak 23-25 April 2019, sebanyak 46 Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia mengikuti rangkaian kegiatan rapat tahunan.  Di rapat tahunan ini, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, dan STKIP PGRI Padang selaku penyelenggara fokus pada pembahasan tentang paradigma baru pendidikan sejarah di perguruan tinggi pada era Revolusi 4.0.